sahabatku.........


Bismillahirahmanirahim

[Aku tulis luapan isi hatiku yang sudah susah untuk ku tahan. Untuk kau yang di sebrang sana, bacalah ini. Aku hanya bisa menulis ini…..sahabat……]

Saat pertamakali bertemu, aku sudah mulai kagum padamu. Aku berusaha mendapatkan nomormu dari temen2ku. Anehnya, seperti air yang mengalir pada bidang miring, aku cepat mendapatkannya. Lalu, aku mencoba apapun agar aku bisa menghubungimu. Haha lucu sekali. Walau aku belum kenal kau seutuhnya, tapi saat itu aku sudah merasa aku kenal padamu lebih dari teman2mu mengenalmu.

Kala itu, semua berjalan dengan apa yang ku mau. Semua mulus berjalan. Sampai kita mulai tumbuh menjadi remaja yang mencari jati diri, tiba2 masalah datang menerka kita. Aku dan kamu. Kita di beritakan menjalin sesuatu lebih dari sahabat. Aneh, mengapa tiba2 datang berita seperti itu. Hahaha. Tapi, aku terima saja. Toh, tak akan membuatku rugi.

Masuk ke tahun2 terakhir, tiba saat2 untuk melangkah ke jnjang yang lebih tinggi. SMA. Hari2 yang seharusnya di bayar dengan kebrsamaan sebelum berpisah sekolah, ini malah di terka angin badai dengan datangnya masalah padaku. Yang membuatmu tak percaya bahwa itulah aku. Kau tahu semua. Aku hancur.

Sejak awal, aku sudah berusaha mencoba jauh darimu. Yakinlah aku bahwa ini akan terjadi, tapi sayang aku tak bisa melepasmu begitu saja. Jikalau kau tahu, saat aku tidak ingin diganggu oleh siapapun, itulah caraku untuk bisa sedikit menghilangkanmu dari pikiranku. Melupakanmu. Dan melakukan apa yang sudah kulakukan. Dan… hasilnya tidak ada. Aku tidak bisa.

Salahlah aku yang memang tidak bisa menjauh darimu. Dan salah jugalah aku melakukan apa-yang-kau-sudah-tahu tentang aku. Saat ini, aku menyadari dan aku yakin kau akan melupakanku dengan mudahnya karna aku telah melakukan apa-yang-kau-sudah-tahu tentang aku.

Sekarang ini yang hanya bisa ku lakukan hanyalah mengemis maaf padamu. Kalau perlu, aku akan melakukan apa yang kau mau. Kau mau aku tidak menghubungimu sampai kapanpun? Kaupun mau aku menjauh darimu dan tidak menggangumu lagi? Kaupun mau aku pergi dari hidupmu dan jangan mengangapmu sahabatku lagi? Baik, Aku akan lakukan.

Tapi sebelumnya, aku ingin kau memaafkanku. Sebelum aku pergi……jauh dan mungkin tak akan bisa melihatmu lagi.

Aku telah mengecewakanmu. Maafkan aku.

[untuk sahabatku disana, aku pergi. Terimakasih. Selamat tinggal.]

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 carry me boldly. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy | This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates